Thursday, April 5, 2012

Wanita sebagai Fitnah Dunia, Is Really ???

Bismillahirrahmanirrahim…  

“Tidaklah aku tinggalkan setelahku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi laki laki (melainkan fitnah yang datang dari) wanita.” (Hr. Bukhari)

Kamu pasti ingat dengan hadits di atas bukan?

Hmmm... betapa dahsyatnya seorang wanita, Jika dua orang laki-laki bisa berkelahi gara-gara memperebutkan satu orang wanita. Karena wanita pula seseorang bisa memasuki dunia kenistaan begitu mudah. Banyak laki-laki roboh hanya dengan tatapan seorang wanita.
Hadeeeeh..... menyeramkan bukan ??? *geleng – geleng kepala

Sudah banyak wanita yang mampu mengalihkan pandangan lelaki dari jalan Allah, terlebih jika kita bayangkan sudah berapa banyak suami yang melakukan kedzaliman, kenistaan serta kemaksiatan dikarenakan seorang wanita. Semua dibuat tidak berdaya dengan keanggunan seorang wanita.



Kecintaan laki-laki terhadap wanita membuat wanita seolah-olah menjadi “kambing hitam”, bahwa mereka melakukan semua itu gara-gara wanita. Akhirnya persepsi kejahatan wanita karena kelembutannya, pesonanya, senyumannya, dan itu semua tidak semuanya salah.

Jangan Tersinggung wahai Kaum Hawa! 

Mengapa kamu harus tersinggung jikalau kejahatan-kejahatan dari fitnah-fitnah yang kalian tebarkan memang ada dalam tubuh kalian? Aurat yang seharusnya kamu jaga, sudah tak layak lagi mereka hormati, karena dirimu sendiri saja tidak mau untuk menghormatinya. Bagaimana mungkin mereka mau untuk menghormatimu?

Kamu sangat paham, kalau mereka (Laki-laki) dengan mudah takluk akan cinta-cinta yang kamu tanam dalam tubuh-tubuhmu yang selalu diintai oleh syetan. Belum lagi ketika kamu tabarruj (Berdandan berlebihan), kamu sangat ingin disebut wanita yang gaul, super trendy, sehingga kamu selalu mengikuti trend-trend yang ada saat ini bahkan trend jilbab seadanya (yang asal-asal`n) dengan dipoles riasan-riasan yang memikat.

Apa fungsinya riasan tersebut kalau bukan untuk memikat para laki-laki?

Atau justru kamu terlibat aktif dalam pergaulan yang mencampur adukkan laki-laki dan perempuan tanpa batasan, bahkan kamu bangga karena kamu banyak memiliki teman laki-laki yang mau menuruti perintahmu, yang bisa diajak jalan kemanapun.

Akankah pesonamu dalam memikat setiap laki-laki menjadi kebanggaanmu?

So sobat, jikalau dirimu tak mau diremehkan oleh kaum adam hanya karena kamu dinobatkan sebagai fitnah dunia, tak perlu sampai meluapkannya dengan emansipasi yang tak perlu, karena kamu telah mulia tanpa harus menyamakan diri dengan mereka.

Yang harus kamu sadari adalah perubahan untuk menutupi aurat yang mudah menjadi serangan fitnah. Tutuplah auratmu dengan jilbab, tak perlu tabarruj karena kamu dengan keimananmu sudah sangat mengagumkan.

Janganlah suka tebar pesona di depan laki-laki dengan melenggak lenggokan tubuhmu atau melemah lembutkan suara di hadapan laki – laki yang bukan mahrom mu dengan sengaja untuk memikatnya. 

Jangan kau bersombong diri wahai kaum Adam! 

Bolehlah jika kalian berpikir bahwa kami (kaum hawa) adalah makhluk paling menyeramkan, ancaman, atau mungkin musibah dikarenakan fitnah yang diusungnya. Tapi taukah kalian bahwa fitnah yang mereka bawa adalah ujian untuk kalian, ujian akan lebih banyak di tempat yang menyenangkan daripada yang menyedihkan.

Bukankah ujian bila kalian mampu lewati akan mendapatkan hadiah luar biasa dari-Nya?

Lupakah kalian bahwa ibu kalian, saudari kalian, juga adalah seoarang wanita yang tak mungkin lepas dari yang namanya fitnah dunia. Lalu mengapa kalian terus memojokkan kami? Dan kalian harus pahami, kami yang telah lama menutup aurat, telah lama bersusah payah menjaga kehormatan pun tak bisa lepas dari yang namanya kejahatan fitnah yang membahayakan kalian. Hanya saja kami terus mencoba untuk menjaga diri kami, menyembunyikan hal-hal yang mampu membuatmu terpesona pada kami sebelum kami halal bagi kalian.

Wahai kaum Adam dan kaum Hawa! 

Kalian tidak bisa saling memojokkan, karena kalian tak akan pernah bisa lepas satu sama lain. Saling mendukung adalah sikap paling bijak. Wanita hanya akan menjadi fitnah paling berbahaya jika ia mampu membangkitkan syahwat laki-laki, tapi akan menjadi makhluk mulia ketika ia mampu mentaati dan menjaga dirinya untuk laki-laki yang halal untuknya.

Begitupun laki-laki, sejatinya laki-laki lebih banyak amanah yang harus dipertanggung jawabkan. Mereka harus bertanggung jawab atas diri ibunya, saudarinya, istrinya, jikalau mereka tidak bisa menjaganya, maka Allah tak segan-segan menjauhkan bau surga untuk-Nya.

So sobat, laki-laki dan wanita dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah sama.

”Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahzab [33]:35)

Allahua’lam bish shawwab. 

No comments:

Post a Comment